Dalam dunia logistik, receive atau penerimaan barang adalah tahap awal yang sangat krusial dalam manajemen rantai pasok (supply chain). Proses ini melibatkan aktivitas menerima barang dari pihak pengirim atau pemasok, memeriksa kualitas serta kuantitas fisik barang agar sesuai dengan dokumen pemesanan (purchase order), dan mencatatnya ke dalam sistem manajemen pergudangan (Warehouse Management System). Alur penerimaan yang terstruktur dan akurat sangat penting untuk meminimalkan risiko selisih stok, mendeteksi kerusakan produk sejak dini, serta memastikan bahwa hanya barang yang layak yang masuk ke dalam gudang penyimpanan.
Peranan proses receiving dalam logistik sangat vital karena menjadi pondasi utama yang menentukan kelancaran operasional gudang selanjutnya, seperti proses penataan barang (put-away) dan pengemasan. Dengan pengelolaan penerimaan barang yang efisien dan sistematis, perusahaan dapat menjaga akurasi data inventaris secara real-time, menghindari penumpukan barang di area bongkar muat, serta menekan biaya operasional. Pada akhirnya, optimalisasi proses ini berkontribusi langsung pada peningkatan kepuasan pelanggan melalui pemenuhan pesanan yang lebih cepat, tepat, dan bebas dari kesalahan.